Pertumbuhan adalah pertambahan ukuran, baik panjang maupun berat. Pertumbuhan dipengaruhi faktor genetic, hormon dan lingkungan. Meskipun secara umum, faktor lingkungan yang memegang peranan sangat penting adalah zat hara dan suhu lingkungan. Akan tetapi, di daerah tropis zat hara lebih penting dibandingkan lingkungan. Tidak semua makanan yang dimakan oleh ikan digunakan untuk pertumbuhan. Sebagian besar energi dari makanan digunakan untuk aktivitas, pertumbuhan dan reproduksi (Fujaya, 2004).

Menurut Affandi (2002), pertumbuhan adalah proses perubahan jumlah individu/biomas pada periode waktu tertentu. Pertumbuhan ikan dipengaruhi oleh factor luar dan factor dalam. Faktor luar sulit dikontrol yang meliputi keturunan, sex, umur, parasit, dan penyakit. Faktor luar utama yang mempengaruhi pertumbuhan adalah makanan dan suhu perairan (Effendi 2002).

Proses pertumbuhan dan faktor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan merupakan pengetahuan penting dalam pengembangan budidaya perikanan. Pertumbuhan dipengaruhi faktor genetik, hormone dan zat hara. Ketifa faktor tersebut saling menghalangi untuk mengendalikan urutan dan penjadwalan perkembangannya. Zat hara yaitu makanan, air, dan oksigen  menyediakan bahan mentah bagi pertumbuhan, gen mengatur pengolahan bahan tersebut dan hormone mempercepat pengolahan serta merangsang gen (Fujaya, 2004).

Makanan yang penting bagi pertumbuhan adalah protein,  karbohidrat, lipid, mineral, dan vitamin ditambah air dan oksigen. Protein, karbohidrat, dan lipid harus dihancurkan terlebih dahulu menjadi zat yang lebih sederhana di dalam saluran pencernaan sebelum dipakai dan dimanfaatkan oleh masing-masing sel. Pertumbuhan jaringan atau organ, selain dipengaruhi oleh kualitas makanan, juga dipengaruhi oleh hormon pertumbuhan, baik faktor perangsang pertumbuhan maupun penghambat pertumbuhan. Kedua hormon ini memiliki peran yang saling bertentangan. Faktor perangsang pertumbuhan berperan mengaktivasi pembelahan sel, sebaliknya faktor penghambat pertumbuhan yaitu menghambat pembelahan sel (Fujaya, 2004).

Faktor Kondisi merupakan indeks yang sering digunakan untuk studi biologi ikan, karena memasukkan  informasi penting yang berhubungan dengan fisiologis ikan, berdasarkan prinsip bahwa panjang yang diberikan menunjukkan bobot yang lebih tinggi dan berada dalam kondisi yang lebih baik (Sidnei et all, 2002) .

Comments are closed.